Teknik Informatika

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

    Aplikasi Bantu Kinerja Nelayan Antarkan Tiga Mahasiswa Teknik Informatika Raih Juara Kedua Google Developer Challenge (GDC)

    Jakarta, pens.ac.id – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali mengukir prestasi di kancah nasional. Kali ini, tiga mahasiswa jurusan Teknik Informatika sukses meraih juara kedua divisi Sustainable Fisheries Challenge dalam ajang Google Developer Challenge (GDC) yang bertempat di AXA Tower, Jakarta Selatan. Berlangsung selama dua hari (6-7/12), acara yang diselenggarakan oleh Google Indonesia bersama Dicoding ini diikuti oleh 15 tim yang terpilih sebagai finalis dalam kompetisi tersebut. GDC yang merupakan rangkaian kegiatan dari Google For Indonesia Developer Showcase, bertujuan untuk menantang para pengembang di tanah air untuk menciptakan berbagai macam solusi dalam lima sektor industri. Pada kegiatan tahunan Google tersebut, Tim Lelang Iwak yang beranggotakan Moch Ishomudien Ubaidillah, Rachmad Syarul Hidayat, dan Syahrul Arifuddin Kholid sukses melewati beberapa tahap yang ada. Dimulai dari kesesuaian aplikasi dengan masalah yang ada, teknologi Google yang digunakan, serta rencana kedepan yang akan dilakukan. Berhasil menjadi grandfinalis GDC, dalam kompetisi ini Tim Lelang Iwak membuat suatu inovasi berupa aplikasi yang dapat menghubungkan nelayan atau peternak ikan dengan calon pembeli secara langsung. Dengan berbagai metode pembayaran yang telah disediakan, membuat para pembeli ikan lebih mudah untuk melakukan transaksi jual beli. Adanya rancangan aplikasi tersebut, diharap dapat menyejahterakan nelayan atau peternak ikan untuk meningkatkan perekonomian lokal berdaya saing global dan terciptanya ketahanan pangan yang baik. Tentunya, adanya kompetisi bergengsi ini meninggalkan kesan tersendiri bagi para tim, termasuk salah satunya Tim Lelang Iwak. “Selain menambah relasi dari dalam maupun luar negeri, disini kita juga berkesempatan untuk diskusi bersama orang-orang luar biasa dari Google dan berbagai start up di Indonesia. Jadi, ada pandangan baru buat kedepannya harus bagaimana,” tutur Rachmad, salah satu anggota tim. Diharapkan adanya inovasi yang telah diciptakan, dapat segera diterapkan menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Semoga dapat memicu semangat mahasiswa untuk berprestasi dan turut berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang beredar saat ini,” imbuhnya. (biy/dya)

© 2016 TEKNIK INFORMATIKA POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA

follow us